Type to search

Self-Improvement

3 Alasan Mengapa Seseorang Tega Menghujat, dan Membully Orang Lain Hingga Bikin Depresi

Alasan mengapa seseorang tega membully

Bullying bisa terjadi dimana saja. Mulai dari sekolah, lingkungan rumah, hingga media sosial. Kalau misalnya kamu gemar berselancar di Facebook atau Instagram, pasti kamu sendiri sering menemui komentar hingga status yang mengarah ke bullying.

Pas kita membaca status itu, si penulis seakan merasa hujatan itu bukan apa- apa. Dengan entengnya mereka menulis dan menyebarkan kalimat penuh kebencian untuk orang lain. Padahal, mereka bisa saja menyampaikan kritik dengan cara yang baik. Ingat ya, hujatan, ujaran kebencian, dan kritik adalah hal yang jelas berbeda.

Yang sering nggak disadari, kebiasaan buruk seperti ini bisa berdampak luar biasa untuk orang lain. Ada yang menjadi murung, mengucilkan diri, stress, depresi parah hingga berakhir bunuh diri.

Maka dari itu, kita mengenal istilah cyber bullying sebagai perilaku bullying secara online. Yang menjadi pertanyaan, apa sih yang melatarbelakangi seseorang hingga tega mem-bully orang lain secara brutal? Beberapa alasan ini bisa menjadi jawabannya

Perasaan Benci Tanpa Sebab yang Jelas

Ada beberapa orang yang membenci orang lain tanpa alasan atau sebab yang jelas. Sama kayak pepatah yang sering kamu dengar nih, “Haters gonna hate”. Nggak peduli udah seberapa baik kamu, akan selalu ada orang yang membenci diri tanpa alasan yang jelas.

Loading...
Baca Ini Juga Ya :   10 Perusahaan Terbaik dengan Wawancara Kerja Paling Sulit di Indonesia

Pelaku bullying sering membenci orang lain tanpa alasan jelas
Hal ini sulit untuk diubah karena hati mereka terlanjur dipenuhi dengan rasa iri dengki yang berlebihan terhadap orang lain. Meski terbukti tidak membuat hidup mereka lebih baik, mereka tidak keberatan untuk menyalurkan kebencian mereka melalui kolom komentar atau tindakan. Seperti menghujat dan mengolok- olok orang lain akan menciptakan kepuasan tersendiri untuk diri mereka. Jika apa yang mereka inginkan belum tercapai, mereka biasanya tidak akan berhenti menghujat.

 

Haus Perhatian

Mereka yagn sering meluangkan waktu untuk mem-bully orang lain biasanya tidak hanya melakukan pada orang saja. Setelah menghujat si A, dia mungkin akan berpindah ke si B, dan seterusnya. Mereka akan senang saat hujatannya ini menuai reaksi dari orang lain. Nggak peduli apakah reaksi itu positif atau negatif.

Mereka adalah orang- orang yang haus perhatian
Mereka yang suka menghujat, baik secara langsung kepada temannya atau menjadi haters di media sosial selebriti adalah orang- orang yang perlu dikasihani. Mengapa? Karena mereka adalah orang- orang yang di kehidupan nyata haus ingin mendapatkan perhatian.

 

Baca Ini Juga Ya :   7 Hal yang Bisa Kamu Lakukan agar Inner Beauty mu Semakin Meningkat

Untuk Membuat Diri Mereka Merasa Lebih Baik

Saat ini ada banyak orang- orang yang menghujat orang lain dengan bangga dan seakan- akan sudah paling benar diantara yang lainnya. Kemudian dengan sok bijak ia akan memberi petunjuk kepada orang lain apa yang perlu dilakukan agar dirinya dianggap pintar dan benar. Tujuannya adalah untuk membuat dirinya terlihat lebih baik dibandingkan orang lain.

Membully orang sering dilakukan demi merasa lebih baik
Mereka sebenarnya sedang berusaha menunjukkan kepintaran mereka. Sayangnya, mereka kerap berusaha terlalu keras dan tidak mawas diri. Mereka akan bertahan mati- matian saat ada yang menyanggah komentarnya atau menolak apa yang ia lakukan.

 

Itulah beberapa alasan mengapa beberapa orang tega menghujat dan melakukan bullying terhadap orang lain. Tidak alasan yang baik tentunya untuk perilaku tidak baik. Yang bisa kita lakukan untuk melawannya adalah dengan mengabaikan dan tidak menanggapi apapun yang diucapkan. Lebih baik kita fokus menikmati hidup kita saja.

Baca Ini Juga Ya :   Siapa Sangka, 6 Hal Tak Terduga Ini Bisa Membuat Hidupmu Lebih Positif dan Bahagia ‘Luar Dalam’

Komentar

komentar

Tags:
Loading...