Type to search

Inspiration

Kisah Pilu Ciputra Kecil, Tak Naik Kelas dan Disebut Tak Punya Masa Depan

Kisah pilu Ciputra kecil

Sosok Ciputra yang tutup usia beberapa waktu lalu ternyata menyimpan banyak kisah inspiratif. Satu kisah yang tidak diketahui banyak orang adalah kisah pilunya di masa kanak- kanak.

Ciputra pernah tak naik kelas dan disebut tak punya masa depan. Masa kecil Ciputra bisa dibilang perjalanan hidup yang cukup keras. Ia sering disebut tak bisa bersaing dengan anak seusianya hingga dianggap tak punya masa depan.

Disebut Bodoh oleh Keluarga Sendiri

Ciputra bahkan sempat menuangkan kisah pedih ini dalam buku biografinya yang berjudul The Passion of My Life.

Dalam buku tersebut, ia menceritakan rasa bencinya terhadap pelajaran Bahasa Belanda. Ia merasa malas untuk menghafal pelajaran tersebut karena tih bahasa Belanda itu tidak ia pakai di rumah.

Sebaliknya, ia lebih mahir dalam pelajaran berhitung dan sangat menyukai pelajaran tersebut. Akibatnya, Ciputra tidak naik kelas 2 SD ke kelas 3 SD.

Mengetahui hal ini, banyak keluarga dan kerabat yang menghina Ciputra. Kerabatnya juga menyebutnya sebagai anak bodoh yang tidak mempunyai masa depan. Ciputra kecil semakin sedih saat tahu sang ayah juga turut merendahkannya.

Di situasi tersebut, hanya sang ibunda yang memberikan pembelaan dan menghiburnya.
“Hanya karena nilai bahasanya buruk bukan berarti dia anak bodoh,” begitu  kata ibunda.

Baca Ini Juga Ya :   Hebat! Dari Jualan Hijab di Instagram, Siswi Banat NU Ini Bisa Beli NMax dan Honda Jazz
Loading...

Keyakinan Ibunda Terbukti

Ternyata benar apa yang diyakini ibunda Ciputra.

Usai lulus SMA, Ciputra melanjutkan pendidikannya ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Langkah ini membawa banyak perubahan pada Ciputra. Ia merasa punya tekad yang lebih kuat untuk merubah nasibnya menjadi lebih baik lagi.

Bersama dengan Ismail Sofyan dan Budi Brasali, pada semester empat Ciputra mendirikan konsultan arsitektur bangunan yang berkantor di sebuah garasi.

Di tahun 1960, Ciputra lulus kuliah. Ia kemudian mengawali karirnya di perusahaan daerah milik Pemda DKI, Jaya Group. Disini Ciputra bekerja hingga menjabat sebagai jajaran direksi.

Bekerja di Jaya Group membuat Ciputra belajar banyak hal di bidang properti. Salah satu hasil karyanya adalah pembangunan taman wisata Ancol Jakarta.

Bersama dengan teman- teman barunya yang terdiri dari Ibrahim Risjad, Budi Brasali, Sudono Salim, dan Sudwikatmono, Ciputra mendirikan Metropolitan Group. Dan seiring berjalannya waktu, Ciputra akhirnya berhasil membangun grup untuk perusahaan keluarganya sendiri, yaitu Ciputra Group.

Baca Ini Juga Ya :   Menabung 31 Tahun, Tukang Parkir Naik Haji dan Kuliahkan Dua Anak Hingga Lulus Kuliah

Masuk Orang Terkaya Indonesia versi Forbes

Kini, Ciputra Group telah berhasil mengembangkan proyek perumahan di 18 kota di Indonesia. Tidak berhenti sampai disini, jaringan properti Ciputra juga menjalar hingga ke luar negeri.

Salah satu hasil karya Ciputra, Ciputra world dalam kisah Ciputra

Dengan pencapaian yang luar biasa dalam bisnis, Ciputra dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Majalah ini mencatat total kekayaan Ciputra mencapai US$ 1,1 miliar pada 2019 ini.

Ciputra tutup usia di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura, pada Rabu, 27 November 2019. Ia pamit dalam usia 88 tahun karena penyakit yang dideritanya.

Komentar

komentar

Loading...