LOADING

Type to search

Perlu Tahu

Hal yang Harus Segera Kamu Lakukan Saat Menjadi Korban Revenge Porn

Saat menjadi korban revenge porn
Bagikan

Menjadi korban revenge porn atau KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online) memang hal yang menyedihkan. Korban biasanya dihantui rasa takut, tertekan, dan malu, yang menyatu menjadi trauma besar.

KBGO yang sering dilaporkan ke Komnas Perempuan ini terdiri dari 8 jenis kekerasan gender online, yaitu :

  • Cyber grooming, yaitu pendekatan untuk memperdaya
  • Cyber harassment atau pelecehan online
  • Hacking (Peretasan)
  • Konten ilegal
  • Infringement of privacy atau pelanggaran privasi 
  • Ancaman distribusi foto atau video pribadi (malicious distribution)
  • Online defamation atau pencemaran nama baik
  • Online recruitment atau rekrutmen online

Pelaku biasanya melancarkan aksinya dengan cara merayu korban atau mengiming- imingi agar mau mengirimkan foto tidak senonohnya. Begitu korban berhasil terjebak, pelaku akan mengancam menyebar foto tidak senonoh tersebut dengan melakukan pemerasan.

Gejala Revenge Porn Bisa Diketahui dari Awal Hubungan

Revenge porn atau balas dendam porno bisa terjadi kapan saja. Hubungan yang awalnya manis dan penuh cinta, tiba- tiba menjadi ajang pelampiasan untuk menghancurkan satu sama lain.

Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan 2019 tercatat 97 pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia maya yang terlapor pada 2018. Dari data ini, 33% diantaranya adalah revenge porn dan 61% pelaku adalah mantan pasangan.

Yang menarik, revenge porn ini sendiri bisa kita lihat gejalanya di awal. Sebagai sosok yang sering menjadi korban revenge porn, perempuan bisa melakukan observasi dari perilaku pasangan sehari- hari.

Misalnya saja bagaimana emosi pasangan yang bisa meledak- ledak karena hal kecil atau pasangan yang sering mengatur, mengancam dan memaksa. Perilaku tersebut sudah adalah peringatan bahwa pasangan tidak sehat secara emosi, dan berpotensi melakukan hal- hal lain yang bersifat kekerasan.

Korban dari revenge porn ini sering bingung hingga berakhir depresi. Pasalnya, mereka terkendala dengan rasa malu, takut, stigma sosial, hilangnya rasa percaya diri, kurangnya informasi dan kurangnya dukungan dari orang- orang sekitar.

Baca Juga :  Ini 13 “Derita” yang Bakal Dialami Kamu si Pemilik Wajah Awet Muda

Cara mengatasi dan melaporkan saat menjadi korban revenge porn

Banyak korban revenge porn yang takut mencari bantuan. Selain karena faktor stigma di masyarakat, biasanya juga rasa khawatir yang sangat besar pada diri korban. Namun kalau sudah terlanjurmenjadi korban revenge porn atau KBGO, langkah apa saja yang perlu ditempuh?

1. Tenangkan Diri

Panik, takut, menderita, depresi. Ini adalah perasaan yang wajar saat mantan pasangan mengancam akan menyebarkan foto tidak senonoh kita. Pelaku memang ingin kita panik dan ketakutan, sehingga apa yang dia inginkan bisa kamu penuhi.

Tapi tidak, cobalah untuk menenangkan diri lebih dulu. Menenangkan diri akan membuat kamu memikirkan solusi yang lebih baik. Karena jika kamu mengikuti kemauan pelaku, percayalah ini tidak akan ada ujungnya. Ancaman ini akan terus berulang.

2. Kembali pada Keluarga

Korban sangat membutuhkan dukungan orang- orang di sekitarnya, terutama keluarga. Tunggal Pawestri, seorang Aktivis Gender, menyebut jika peran orang- orang terdekat, terutama orangtua, kuat dalam mendukung korban, pelaku akan cenderung mudah ditangkap.

Jika masih ragu berkomunikasi dengan orangtua, cobalah untuk berkonsultasi pada lembaga atau aktivis perempuan. Keluarga umumnya juga mempunyai peran atas kesalahan yang anak lakukan. Pola asuh orangtua yang kurang baik berpotensi menghasilkan anak dengan konsep diri yang lemah.

Jadi, berkomunikasilah dengan keluargamu. Katakan sejujurnya tentang kesalahan dan ketakutanmu, dan minta dukungan mereka untuk menyelesaikan permasalah KBGO ini.

Baca Juga :  Banyak Manfaat nya! Ini 7 Hal yang Terjadi Saat Kamu Melepas Bra

3. Kumpulkan dan Simpan Bukti

Saat kalian menjadi korban revenge porn, cobalah mulai mengumpulkan bukti. Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sudah menetapkan apa saja yang bisa kita jadikan alat bukti, yaitu :

  • Saksi
    Keterangan saksi disini adalah keterangan dari saksi mengenai peristiwa pidana yang ia dengar, lihat dan alamat secara langsung dengan menyebut alasan dari pengetahuannya ini.

    Jika kekerasan terjadi secara langsung, amati apakah ada orang- yang melihat keberadaanmu dan pelaku yang melakukan kekerasan. Nantinya, keterangan saksi ini akan menjadi salah satu bukti kuat dalam laporan polisi yang kamu sampaikan.
  • Keterangan Ahli
    Keterangan ahli adalah keterangan dari orang dengan keahlian khusus untuk membuat terang suatu perkara pidana guna keperluan penyidikan.

    Apabila kamu menerima kekerasan seksual secara langsung, segera tenangkan diri dan lakukan visum di pelayanan kesehatan terdekat. Mintalah orang terdekat untuk menemanimu.
  • Surat
    Surat terdiri dari beberapa jenis. Mulai dari surat biasa, di bawah tangan, dan bukti otentik lainnya. Saat kamu mengalami kekerasan seksual langsung, surat keterangan visum akan menjadi salah satu alat bukti surat.

    Jika kamu menerima ancaman kekerasan seksual melalui media elektronik, maka percakapan elektronik ini lah yang akan menjadi alat bukti elektronik mu itu. Oleh sebab itu, kamu wajib mengarsipkan atau menyimpan screenshot percakapan tersebut sebaik- baiknya.
Baca Juga :  JOMO (Joy of Missing Out) : Saat Hidup Menentramkan Hati dan Pikiran

Yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah :

  • Simpan bukti dan ancaman (screenshot dan jangan hapus)
  • Buat backup file
  • Sertakan informasi detail berupa detail kejadian (waktu, platform yang digunakan dan akun medsos pelaku), serta tautan (URL) dari postingan bukti kejadian

4. Laporkan!

Sudah mengantongi bukti- bukti di nomer 3 di atas? Segera bawa bukti- bukti tersebut ke kantor kepolisian.

“Tapi aku takut banget… bingung….”

Percayalah, segera menyelesaikan masalah ini dengan jalur yang benar akan cepat membuatmu tenang dan melanjutkan hidup.

5. Bantuan dan Pendampingan

Jangan lupa, akan selalu ada lembaga pendampingan yang bisa membantumu mengatasi masalah ini. Simpan kontak nya ya :

  • Komnas Perempuan
    Telp : 021-3903963 / 021-80605399
  • Layanan Pengaduan Masyarakat Kemenppa
    082125751234
  • LBH Apik
    021-87797289 dan 0813-8882-2669

Kesimpulan

Menjadi korban revenge porn memang pasti membuatmu menderita. Tapi menghindarinya atau menuruti ancaman pelaku bukanlah solusi. Butuh keberanian untuk mengkomunikasikan ini pada keluarga dan mengajukan proses hukum. Percayalah, ini adalah jalan terbaik.

Untuk mengatasi takut dan cemasmu, jangan lupa untuk minta bantuan psikolog atau lembaga pendamping. Tenangkan diri, kumpulkan bukti, dan laporkan. Beri efek jera kepada pelaku revenge porn!


Bagikan

Comments

comments

Tags: