Type to search

Inspiration Trending

Keren! Pasutri ini Buka Warung Makan, Pemulung Cukup Bayar dengan Sampah Plastik Saja

Pasutri buka warung makan, pemulung bayar dengan sampah plastik

Inilah pasangan suami istri yang mempunyai rumah makan sederhana di pemukiman Tempat Pembuangan Akhir( TPA) Jatibarang, Kota Semarang. Pasangan suami istri itu bernama Sarimin dan Suyatmi. Pasangan inilah owner dari kedai makan sederhana dengan sistem pembayaran yang istimewa.

Kehadiran kedai makan Kantin Gas Metana milik Sarimin dan Suyatmi ini tampaknya sukses menginspirasi banyak orang.

Alasannya kedai makan pasutri asal Jatibarang, Semarang ini cuma menerima sampah plastik untuk membayar hidangan. Meski begitu terdapat ketentuan sampah plastik yang diterima cuma jenis plastik yang bisa didaur ulang.

“Sampah plastik bisa ditukarkan di warung untuk membeli makan dan minum. Jenis sampah plastiknya yang bisa didaur ulang, seperti gelas plastik dan botol bekas air mineral, tas plastik bekas, dan yang lainnya,” ungkap Sarimin seperti dikutip dari Kompas.com.

Sarimin kemudian memaparkan, umumnya sampah plastik yang dibawa dari pemulung bakal ditimbang, setelah itu ditukarkan dengan seporsi hidangan di warungi kecil kepunyaannya.

Kemudian, para pemulung dapat menikmati menu yang terdapat di kedai makan milik Sarimin yang menyajikan aneka macam lauk- pauk, seperti mangut, lele, tahu, tempe, sayuran, serta sambal.

Sarimin juga tidak memasang harga mahal. Jadi tidak heran banyak pemulung yang tiap hari datang ke warungnya.

“Pemulung datang bawa sampah plastik, lalu ditimbang minimal harus bawa 20 kilogram, biasanya seharga Rp 20.000. Kalau setiap kali mereka makan ada selisih antara hasil timbangan dan harga makanan, sisa itu otomatis jadi tabungan mereka,” papar Sarimin.

Seiring berjalannya waktu, bukan cuma para pemulung saja yang jadi pelanggannya. Para pengemudi truk pengakut sampah juga ikut untuk menjual sampah plastik mereka dengan seporsi makanan.

Baca Ini Juga Ya :   21 Gambar ilustrasi ini menggambarkan keadaan dunia saat ini, bisakah kamu mengartikannya satu per satu?
Pemilik warung Kanting Gas Methana, Sarimin dan Suyatmi

Usut punya usut, rupanya pasangan suami istri Sarimin dan Suyatmi ini ternyata bukanlah orang biasa. Dilansir dari Kompas. com, Sarimin dan Suyatmi pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 8 orang Indonesia yang berpengaruh.

Suami istri ini rupanya sempat diprofilkan dalam program berjudul Indonesia’s Game Changers dari stasiun tv CNA.

Dari aksinya itu, Sarimin membenarkan dirinya rata- rata mengumpulkan sampah plastik seberat 2 ton. Sesudah 2 hingga tiga minggu sekali sampah plastik itu langsung dikirimkan ke industri di luar kota seperti, Demak, Solo, Rembang, Pati, Kudus, bahkan Surabaya.

Inisiatif dari Sarimin serta istri inilah yang membuat kantor buletin CNA menobatkannya sebagai sosok yang berpengaruh.
Hal lain yang tak kalah luar biasa, pendapatan Sarimin serta istri rupanya sukses untuk membantu kedua buah hatinya untuk kuliah.

“Penghasilan yang didapat sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta setiap bulan. Buat bayar kuliah anak saya. Dua-duanya alhamdulillah bisa kuliah. Anak pertama sudah lulus dan kerja. Kalau yang kedua kuliah juga sambil bantu-bantu nyopir truk sampah,” ungkap pria yang mempunyai dua putra ini.

Baca Ini Juga Ya :   3 Makanan Indonesia Menguasai Daftar Makanan Terenak Dunia. Rendang di Urutan Nomer Satu
Loading...

Berada dalam tahap ini bukan berarti Sarimin serta istri tidak pernah mengalami masa- masa susah payah. Karena rupanya pasangan suami istri ini dulunya pernah menjalani profesi sebagai seorang pemulung.Sebuah kesempatan mempertemukan mereka berdua dengan pihak Unit Pengelola Teknis( UPT) TPA Jatibarang.

“Sebelum buka warung ini, dulu tahun 2013 saya dan istri saya cuma pemulung. Sehari-harinya cari rongsok dan sampah buat sekolahin anak dan kebutuhan hidup. Modal juga enggak punya. Lalu ketemu Pak Agus dari UPT, akhirnya tercetus ide buka warung ini,” ungkap Sarimin.

Kisah pasutri ini memang telah menginspirasi banyak orang. Meski sempat mengalami keterbatasan yang luar biasa, mereka berhasil memanfaatkan peluang untuk mendapatkan penghasilan lebih. Tidak lupa, meski dalam kesederhanaan, mereka juga punya cara unik dalam berbisnis yang ternyata sangat membantu lingkungan dan orang- orang di sekitarnya.

Keren, ya?

Baca Ini Juga Ya :   Viral Tes Kesehatan Mata Online, Dokter RSUP Dr Sardjito : “Hoaks itu”

Komentar

komentar

Loading...