Type to search

Story

Viral! Perjuangan Mahasiswi Melawan Kanker Ganas Hingga Berhasil Wisuda

Kisah viral Aidi Rashidi, berhasil wisuda meski mengalami kanker

Hingga kini, kanker menjadi salah satu jenis penyakit yang belum ditemukan obatnya. Tidak heran, penyakit yang satu ini menjadi momok tersendiri. Rasanya mengerikan saat dokter mendiagnosa kita dengan penyakit ini.

Untuk menekan laju pertumbuhan penyakit ini, para penderita kanker harus berjuang keras melakukan berbagai jenis perawatan. Kali ini kita akan berbagi salah satu kisah perjuangan kanker yang menginspirasi dari seorang mahasiswi yang ceritanya viral di twitter beberapa waktu lalu.

Loading...

Meski didiagnosa menderita kanker tulang ganas, wanita ini tidak menyerah dengan proses belajarnya, hingga akhirnya ia berhasil lulus kuliah. Melalui akun Twitter @AidaRashidi , wanita ini menceritakan perjuangannya dalam melawan kanker.

“Prestasi tertinggi saya sejauh ini sebenarnya, untuk memiliki keberanian untuk melewati semua ini, untuk menerima nasib saya, untuk bekerja lebih keras dan menyelesaikan studi saya dan juga menyembuhkan diri saya secara fisik dan mental.” tulis Aida Rashidi pada 14 Oktober 2019 lalu.

Baca Ini Juga Ya :   Menangis Saat Istri Melahirkan, Pria Ini Punya Alasan yang Bikin Semua Wanita Baper

Cuitan Aida Rashidi ini mencuri perhatian banyak orang hingga akhirnya viral di Twitter. Cuitan ini bahkan mendapatkan retweet lebih dari 12 ribu hingga kini.

Selain di twitter, Aida juga berbagi kisah perjuangannya melawan kanker di akun Instagramnya.

Dari kisahnya, Aida diketahui menempuh pendidikan diploma sejak 2015 lalu. Namun lantaran penyakitnya ini, ia harus menempuh pendidikan diploma lebih lama dari teman- temannya.

Baca Ini Juga Ya :   Kisah Miris Cicit RA Kartini, Bekerja Sebagai Tukang Ojek Hingga Tinggal di Rumah Bantuan Pemerintah

“Saya memulai diploma saya pada tahun 2015 di arau kampus, itu seharusnya merupakan perjalanan 2 setengah tahun tetapi berakhir lebih lama dari itu.” tulisnya di akun Instagram.

Di tahun 2017, hasil pemeriksaan terkait kondisinya akhirnya muncul. Ia divonis menderita sarkoma pada rahang kiri dan kanker tulang stadium 3A. Karena kondisi ini, ia harus rajin bolak- balik ke rumah sakit untuk melakukan perawatan intensif.

“Saya tidak bisa menghitung berapa banyak darah yang mereka ambil untuk menguji saya. Berhari-hari menunggu hasil, melakukan biopsi, CT scan sampai akhirnya hasilnya tiba pada 15 February 2017, dan saya didiagnosis menderita sarkoma pada rahang kiri saya, kanker tulang stadium 3a yang ganas. Itu adalah hari paling menghancurkan dalam hidup saya.”

Baca Ini Juga Ya :   Viral Kisah Penjual Bakso Tusuk, Harta Habis, Dua Kali Ditinggal Istri Hingga Jualan Bawa Anak

Mengetahui dirinya mengidap kanker ganas, Aida terpaksa harus menunda studinya dan meninggalkan teman- temannya. Ia pun melakukan proses kemoterapi selama 12 kali dalam satu tahun.

“Saya pergi untuk kemo total 12 siklus dalam satu tahun, 1 siklus terdiri dari 3 hari, 12 jam kemoterapi.”

Selama menjalani proses kemo ini, Aida merasakan berbagai perubahan fisik. Rambutnya mulai botak secara perlahan, staminanya berkurang, hingga memar dan luka ditemukan di setiap bagian tubuhnya.

View this post on Instagram

This is going to be a long one guys. ***Swipe swipe to see me exposing myself posting my ugly and bald pictures, be nice please guys :)*** I started my diploma in the year 2015 in arau kampus, it was supposed to be a 2 year and a half journey but ended up to be longer than that. Early of 2017, i was going back and forth, back and forth from uitm arau to hospital kangar. Skipped morning classes because appts are only in the mornings. I cannot count how many blood they took to test me. Days of waiting for results, cutting the inside of my mouth for biopsy, ct scans, until finally the results came on 15th February 2017, and i was diagnosed with ewing sarcoma on my left jaw, malignant bone cancer stage 3a. It was the most devastating day of my life. I had to put everything on pause, my studies, had to leave my friends in arau, pause my life to start my cancer journey. I immediately went back to kl to start my chemotherapy. Long story short, i went for chemo in total 12 cycles in one year, 1 cycle consist of 3 days, 12 hours of chemo. Had to inject meds inside of me after every chemo cycle. Went BALD EVERYWHERE. Lost my stamina, bruises everywhere, countless scars. Then i had surgery on my jaw and leg on 19th of july 2017, it was the worst experience ever after surgery, was on tube and crutches, a lot of nikmat yg Allah bagi ditarik and it was really hard, then chemo again until end of December 2017. But i suck it all up, kept a positive mind and attitude and decided to finish my diploma for another year. Setahun je tinggal why not right? In March 2018 i changed to kampus Tapah, to finally finish my studies. I dpt tukar because i still had checkups and appts in HKL so it’s nearer to ulang alik. I noticed alot has changed, my brain actually jadi lembab sgt and i was really slow but i did it, without repeating any papers and did quite well than i expected!! I FINALLY GET TO GRADUATE GUYS!! It’s all thanks to my family and friends and doctors/nurses in hkl for all the support they’ve given me and took care of me day and night. That’s it, I’ve done it guys ☺️✨

A post shared by kittymeow🌻🌈 (@aidarashidi) on

19 Juli 2017, Aida akhirnya menjalani serangkaian operasi. Usai operasi dan menjalani pemulihan, Aida merasa ia bertanggungjawab untuk menyelesaikan studinya yang tertunda.

Ia akhirnya memutuskan untuk pindah kampus agar lebih dekat dengan rumah sakit. Aida mulai bekerja keras menyelesaikan studinya. Di tahap ini ia merasa bahwa penyakitnya telah mempengaruhi otaknya menjadi lebih lambat dalam berpikir.

Meski begitu, baginya ini bukan alasan untuk menyerah. Perjuangan harus dilanjutkan.

“AKU AKHIRNYA LULUS !! Semuanya berkat keluarga dan teman-teman dan dokter / perawat saya di hkl untuk semua dukungan yang mereka berikan kepada saya dan merawat saya siang dan malam.” begitu pungkasnya.

Komentar

komentar

Loading...