Type to search

Trending

Kisah Haru Syahrul, Putra Tukang Las yang Berhasil Diterima di Kedokteran UI

Kisah Haru Syahrul, Putra Tukang Las yang Berhasil Diterima di Kedokteran UI

Asal punya tekad yang kuat, siapa saja berhak untuk menikmati pendidikan setinggi mungkin. Tidak peduli seperti apa latar belakang keluarga, selama memenuhi standar akademis yang ditetapkan, belajar di perguruan tinggi ternama bukanlah masalah. Bahkan saat kemampuan ekonomi orangtua terbatas.

Sama seperti kisah Syahrul Ramadhan, anak tukang las dan penyapu jalanan. Remaja berusia 18 tahun ini berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Pria yang akrab dipanggil Arul ini adalah lulusan SMA Negeri 2 Bangko, Rokan Hilir, Riau. Sejak duduk di bangku SMA, Arul memang dikenal sebagai siswa yang rajin belajar. Ia pun mempersiapkan diri sebaik- baiknya agar bisa lolos seleksi Fakultas Kedokteran UI.

Baca Ini Juga Ya :   Menegangkan! Ini yang terjadi saat kaki bocah 4 tahun terjepit di dalam pintu putar

Selama duduk di bangku sekolah, Syahrul selalu mencetak prestasi gemilang. Ia pun selalu meraih predikat juara umum dengan rata- rata nilai di atas 90. Berbekal prestasi itu, Syahrul memberanikan diri untuk mengambil jurusan kedokteran di UI. Menurut Syahrul sendiri, menjadi seorang dokter adalah cita- citanya sejak kecil.

“Saya sudah bercita-cita menjadi dokter dan ingin menempuh pendidikan di UI. Sejak itu, saya konsisten menjaga nilai agar dapat tembus UI melalui jalur prestasi rapor,” ujar Syahrul seperti dilansir geetaditya.com dari Antara.

Pada Senin (22/4) lalu, Syahrul telah melakukan verifikasi rapor di Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI kampus Depok, serta dilanjutkan dengan proses daftar ulang pada Kamis (25/4) di Balairung UI.

Saat mengetahui dirinya diterima di kampus impiannya, Syahrul mengaku sangat bahagia. Meski begitu, ia juga sempat khawatir terhadap biaya hidupnya saat kuliah di UI nanti.

“Namun ketika sudah diterima, saya kembali ragu mengingat biaya yang dikeluarkan tentunya tidak sedikit. Alhamdullilah, pihak UI khususnya Iluni FKUI dan Dekan FKUI memberikan dukungan dana sehingga keraguan saya seketika sirna,” ujarnya.

Syahrul yang berhasil lulus Bidik Misi mendapatkan kemudahan dari PIhak UI untuk urusan verifikasi rapor dan daftar ulang yang dilakukan pada minggu yang sama sehingga dirinya tidak perlu keluar uang transportasi Pekanbaru-Jakarta dua kali lebih banyak.

Di dalam kabar gembira ini juga terselip doa Syahrul agar kelak studinya ini bisa membantunya menjadi orang sukses yang dapat mengangkat derajat orangtuanya, serta membantunya untuk mengabdi ke daerah di Rokan Hilir.

“Saya melihat daerah saya membutuhkan dokter spesialis jantung dan spesialis kandungan. Semoga saya bisa menempuh pendidikan dokter hingga spesialis dan dapat memberikan manfaat bagi kota kelahiran saya,” pungkas Syahrul.

Baca Ini Juga Ya :   Jangan Sampai Ketinggalan, Ini Wajah Baru Uang Rupiah Kertas dan Logam
Loading...

Komentar

komentar

Tags:
Loading...