LOADING

Type to search

Story

Viral : Nikah Mewah di Gedung Megah, TInggal di Kontrakan Sampai Anak SD karena Terus Bayar Hutang Bank

Viral kisah menikah mewah di gedung, kini tinggal di kontrakan
Bagikan

Pernikahan sering diharapkan menjadi momen sekali seumur hidup yang memberikan kesan dan kenangan manis tak terlupakan. Dengan harapan yang tinggi tersebut, pernikahan sering kita gelar secara megah dan wah. Urusan belum ada uang atau ekonomi pas- pas an nanti dulu, kan bisa pinjam dari bank atau saudara dan teman. Ehhh… ehhh… apa yang seperti ini nggak salah kaprah??

Pernikahan yang berkesan memang menjadi harapan semua pasangan. Tapi berkesan sebenarnya nggak harus mewah dan memaksakan diri. Kalau memang punya uang berlebih, nggak ada salahnya untuk membuat pesta pernikahan sesuai keinginan.

Kalau uang pas- pas an, sebaiknya menikah dengan cara sederhana saja. Tidak ada yang salah kan dengan nikah dengan biaya murah?

Selain hemat budget, uang nya bisa kita tabung untuk kebutuhan hidup setelah pernikahan. 

Jangan Paksakan Diri Menggelar Pernikahan Mahal

Yang sering terlupakan, biaya hidup setelah pernikahan itu nggak murah. Justru dengan tanggung jawab baru dan tuntutan untuk hidup mandiri tanpa membebani orangtua, kita seharusnya lebih bijak mengelola keuangan. Jangan semua kita habiskan untuk pesta pernikahan dan ujung- ujungnya zonk.

Lebih parah lagi jika kita ngotot mau pesta pora sampai meminjam uang yang nggak sedikit ke bank. Kita lupa mempertimbangkan kemampuan finansial kita dan kebutuhan setelah menikah. Ujung- ujungnya, setelah nikah kita dipaksa untuk menguras tenaga dan pikiran hanya untuk melunasi pinjaman. Aduhhh… serius deh ini bakal sangat melelahkan!

Baca Juga :  Diputusin Pacar Karena Cuma Penjual Ubi, Cowok ini Balas Dendam Dengan Cara Nggak Biasa

Memaksakan Diri Menikah Murah, Berujung Menderita

Persis seperti kisah viral yang dibagikan netizen berikut ini. Berawal dari cerita akun Facebook Wuled Becik Tabib Mulia, ia membagikan pendapatnya tentang pernikahan megah yang sering kebanyakan orang lakukan.

Ia bercerita bahwa salah satu temannya dulu menikah dengan menggelar resepsi pernikahan mewah di hotel. Acara ini bahkan menghabiskan budget hingga Rp 350 juta. Demi membiayai resepsi mewah ini, mempelai bahkan sampai hutang ke bank.

Yang menyedihkan, ternyata pasangan ini masih tinggal di rumah kontrakan hingga mempunyai tiga anak. Hal ini terjadi lantaran uang mereka habis hanya untuk membayar pinjaman ke bank akibat resepsi mewah di awal pernikahan mereka.

Unggahan viral di Facebook ini membuat netizen terbelalak dan membuat unggahan tersebut dibagikan lebih dari 30.000 kali.

Beragam Komentar dari Netizen

Netizen pun memberikan komentar yang beragam…”Bener banget. Kadang gengsi bisa menghancurkan diri. Kadang iri juga bisa menghancurkan diri. Berpikir positif aja. Bisa jd Laki2 yg ngajak nikah di gedung emank dia mampu krna dr remaja udah mandiri n pekerja keras ya wajar. Tp klo laki2 yg ngajak nikah blm pnya pnghasilan ttp atw bru pnya pkrjaan ttp dan ingin menikah lalu ngarapin dana tmbhan dr keluarga mau nikah di gedung ya gengsi namax. Biasax kebanyakan yg nikah di gedung beda umurx kebangetan, lakix pasti dah lebih t..a klo msh muda nikah di gedung jga karna campur dana dr keluarga or ngutang ya miris,” tulis akun TaRa NaYu.

Baca Juga :  Menakjubkan! Ini Dia Video Perkembangan Janin Selama 9 Bulan, Awal Mula Perjalanan Panjang Seorang Manusia

“Memang benar nikah hanya sekali seumur hidup tpi kalau nikah pakai uank pinjaman yg besar itu ma fikiran yg kebalik…pengen kelihatan orang kaya tapi tidak imbangi kemampuan kita.. Malah nntix merugikan diri kita…,” tulis akun Bahri Al Fathan.

“350jt buat beli rumah udh bagus bgt drpd ngontrak ,” tulis akun Winda Listiya.

Kasus seperti ini mungkin tidak hanya sekali dua kali terjadi. Demi gengsi, logika pun dikaburkan. Mewah di mata orang lain, tapi ujung- ujungnya menderita hingga bertahun- tahun. Miris sekali ya?

Kisah ini jangan hanya untuk bacaan, tapi perlu kita jadikan sebagai renungan. Menikah itu harusnya bukan hanya membahagiakan di awal, tapi juga seterusnya. Bahagia bukan dari resepsi yang wah, tapi bahagia karena akan menapaki kehidupan baru. Jangan sampai kehidupan baru ini nanti terbebani dengan hutang yang tidak perlu hanya karena ingin pesta yang wah di mata orang lain.

Bagaimana menurutmu??


Bagikan

Comments

comments

Tags: