Type to search

Self-Improvement

Meski Bersahabat, Kamu Nggak Harus Menyesuaikan Gaya Hidupmu dengan Gaya Hidup Sahabatmu. Ini Alasannya!

Share :

Punya sahabat kental itu meamng seru. Kemana- mana bisa bareng, bisa tuker pendapat, bisa curhat- curhatan dan melakukan banyak hal bareng- bareng.

Saking serunya, kita rela melakukan apa saja demi sahabat tercinta. Eiittssss.. tunggu dulu, jangan sampai kebablasan ya. Kamu wajib tahu batas- batasnya, guys. Lho kenapa?

Karena bersahabat itu nggak harus samaan terus. Memang sih waktu bersahabat dengan seseorang kita jadi sering identik dengan orang itu. Itu normal banget, tapi jangan sampai kamu kehilangan identitas dirimu sendiri.

Selain itu, pastikan juga sahabatmu tidak memberi dampak negatif untuk dirimu. Apalagi kalau sudah menyangkut gaya hidup.

Coba deh simak alasannya disini :

#1 Kamu Harus Tahu Batas- Batasnya

Mengikuti gaya hidup sahabatmu boleh, asal kamu sendiri tahu batas- batasnya. Jangan sampai kamu terbawa arus negatif, menyalahi budaya dan agama.

Jika hal itu sudah melewati batas, hati kecilmu sendiri juga cenderung akan memberi peringatan. Jangan sampai kamu berakhir dengan penyesalan ya.

batas,gaya hidup,pagar,pembatas
Ilustrasi Gambar: Pixabay

#2 Kamu Harus Punya Sikap dan Menjadi Diri Sendiri

Agar diterima orang lain menjadi sahabat, bukan berarti kamu harus mengubah dirimu menjadi orang lain. Itu salah. Persahabatan yang baik adalah mereka yang tulus menerima satu sama lain dan membantu sahabatnya dengan sepenuh hati untuk kebaikan.

Kalau sampai kamu mengingkari dirimu sendiri dan berpura- pura, kamu tidak akan bahagia.

diri sendiri,bahagia
Ilustrasi Gambar: Pixabay

#3 Kamu Tidak Boleh memaksakan diri

Sahabatmu bisa begini dan begitu mungkin karena punya budget lebih. Kamu nggak harus ikut- ikutan kalau akhirnya justru membuatmu kelabakan dan rugi sendiri. Bergaya lah sesuai budget. Jangan memaksa budget untuk menyesuaikan gaya hidupmu.

melompat,gaya hidup, sesuaikan kemampuan
Ilustrasi Gambar: Pixabay

#4 Prioritas Setiap Orang Beda- Beda

Ini juga yang harus kamu pahami ya. Mungkin kamu punya prioritas tersendiri yang harus kamu capai demi masa depanmu. Misalnya membiayai kuliah sendiri atau menabung untuk usaha atau mungkin kamu sudah menikah dan teman- temanmu masih single.

Artinya, setiap orang memiliki prioritas dan kebutuhan yang berbeda- beda. Jadi sangat tidak pas kalau kamu ikut- ikutan gaya hidup orang lain yang prioritasnya jauh berbeda dengan dirimu.

Loading...
jurang,sendiri,prioritas
Ilustrasi Gambar: Pixabay

#5 Kamu dan Dia Berasal dari Background yang Berbeda

Mungkin kamu dan sahabatmu sama- sama bekerja di tempat yang sama dengan gaji yang relatif sama. Tapi kalau dia anak orang kaya dan kamu berasal dari keluarga menengah, tentu saja kamu harus lebih bijaksana dalam membelanjakan uangmu.

Dengan uang yang kamu miliki, mungkin kamu bisa membantu ayah dan ibu untuk membeli makanan di rumah, membelikan adik tas sekolah yang sudah robek atau membantu membiayai sekolah adik- adikmu daripada bersenang- senang dari satu café ke café yang lain.

Lagi- lagi ini alasan yang kuat untuk nggak ikut- ikutan gaya hidup orang lain, kan?

berbeda,memilih jalan,berjalan
Ilustrasi Gambar: Pixabay

#6 Ikut- ikutan Bisa Menjadi Racun Buat Kamu

Nggak sedikit orang yang rela merusak dirinya demi bisa ikut- ikutan gaya hidup sahabatnya. Ada yang rela menjual dirinya atau bahkan menipu orang lain. Duuhhhhh…. BIG NO yaaa!

Percaya deh kamu nggak perlu melakukan ini itu demi mengimbangi gaya hidup orang lain. Membumilah dengan dirimu. Jangan sampai terkena jebakan tikus ya!

sedih,galau,hancur,menyerah
Ilustrasi Gambar: Pixabay

#7 Pikirkan Keluargamu, Terutama Orang Tua

Orang tuamu mungkin tidak bisa mengawasimu sebanyak waktu kamu masih kecil, tapi tetap saja mereka selalu mengkawatirkanmu jika terjadi apa- apa. Sebagai anak, untuk meredam rasa kawatir mereka, berusaha lah untuk selalu menjadi anak baik- baik.

Kamu boleh menjadikan siapapun sebagai inspirasi gaya hidupmu, tapi pastikan tetap di jalur positif dan tidak membuat orang tuamu kecewa ya..

keluarga,family,orang tua
Ilustrasi Gambar: Pixabay

#8 Yakin Kamu Benar- Benar Bahagia atau Cuma Semu?

Ini pertanyaan penting yang perlu kamu tanyakan ke hati kamu, guys. Ikut- ikutan orang lain, meskipun itu sahabatmu sendiri, tidak selalu membahagiakan tapi justru bisa  membuat kamu merasa aneh dan ada yang salah dengan dirimu.

Kamu sadar kamu punya tanggung jawab yang lain atau merasa kalau itu sebenarnya nggak kamu banget. Kalau sudah seperti ini, ketawa- ketiwi yang kamu jalani selama ini jangan- jangan uma kesemuan semata?

bahagia,sedih,semu
Ilustrasi Gambar: Pixabay

Share :

Komentar

komentar

Baca Ini Juga Ya :   Ternyata Ini 6 Alasan Mengapa Orang Miskin Tetap Menjadi Miskin
Tags:
Loading...

You Might also Like