Type to search

Karir

Ciri- ciri Lingkungan Kerja Toxic : Partner Kerja yang Doyan Ghibah sampai Atasan yang Gila Hormat

Ciri- ciri lingkungan kerja toxic
Share :

Lingkungan kerja toxic berdampak besar pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Ada dua kemungkinan saat kita terus berada dalam lingkungan ini. Yang pertama secara mental dan fisik kita tertekan, dan yang kedua, kita akan berbaur menjadi bagian circle toxic ini sendiri.

Jika saat ini kamu masih berada dalam kondisi mental sehat dan positif, tentu sangat disayangkan jika sampai terjebak dalam situasi ini. Maka dari itu, kamu perlu mengetahui lebih lanjut seperti apa lingkungan kerja toxic yang tidak baik untuk baik.

Kenali Lingkungan Kerja Toxic untuk Bisa Tetap Waspada

Kita menghabiskan waktu di lingkungan kerja setidaknya 8 jam setiap harinya. Artinya, lingkungan kerja harus senyaman mungkin dan sejalan dengan hati dan pikiran kita.

Jika lingkungan terlalu toxic, ini akan sangat menyiksa batinmu untuk terus menerus berada di sana. Maka dari itu, kamu harus mengenali apakah tempat kerjamu termasuk ke dalam lingkungan kerja toxic seperti yang HaloGeet.com ulas kali ini :

1. Teman Kerja yang Saling Bergosip

Gosip itu banyak sekali jenisnya. Namun yang paling toxic dalam lingkungan kerja adalah saat antar rekan kerja bergosip untuk saling menjelekkan dan menjatuhkan satu sama lain.

Otterstein-Liehs, seorang pelatih gerakan dan kesadaran menjelaskan bahwa mendengarkan dan berkontribusi pada gosip akan membuat seseorang merasa dimanipulasi. Dalam hal ini, banyak orang terpaksa mengatakan hal- hal yang tidak mereka setujui sepenuhnya.

Selain itu, kebiasaan bergosip di lingkungan kerja ini akan membuat seseorang mudah berpikir negatif dan tidak mempunyai kepercayaan terhadap rekan kerja.

2. Teman Kerja yang Suka Memaksa

Pernah nggak berhadapan dengan teman kerja yang suka memaksa kita melakukan sesuatu?

Misalnya saja saat dia menawarkan bantuan, ternyata ujung- ujungnya minta traktiran. Atau misalnya saat teman kerja memaksa kamu untuk makan bersama dengan menu kesukaannya. Teman toxic memang ada dimana- mana, termasuk lingkungan kerja.

Hal- hal seperti ini sederhana, tapi bisa menciptakan ketidaknyamanan. Parahnya lagi, saat kamu menjadi sungkan untuk tidak menolak, mereka semakin sering mengarahkanmu untuk melakukan hal- hal yang mereka sukai.

Baca Ini Juga Ya :   5 Kebiasaan Kecil ini yang Mendorongmu Bekerja Lebih Efektif Saat WFH

3. Waktu Kerja yang Gila

Ada beberapa perusahaan dimana waktu kerja delapan jam sehari hanyalah teori. Padahal, jam kerja yang berlebihan bisa meningkatkan resiko depresi pada seseorang.

Selain itu, kamu juga akan kesulitan menyeimbangkan kehidupan pribadimu sebagai individu. Kamu tidak lagi punya waktu untuk sekedar hangout dengan teman- teman atau waktu berkualitas bersama keluarga.

Ada juga yang pulang kerja hanyalah formalitas belaka. Saat pulang dan selesai mandi, kamu masih harus buka laptop untuk lembur kerjaan yang nggak ada habisnya.

4. Beban Kerja Tidak Realistis

Lanjutan dari nomor 3, kamu mungkin sudah mengkomunikasikan kepada atasan tentang beban kerja yang tidak realistis untuk satu orang. Mendapatkan pasokan man power alias rekan kerja baru untuk berbagi beban adalah solusi.

Sayangnya, saat kamu mengutarakan ini, masukanmu tidak digubris. Bagi perusahaan, inilah beban kerja yang harus kamu tanggung dan wajib selesaikan.

Efek jangka panjangnya, kamu akan kesulitan menjaga semangat kerjamu, mudah lelah dan sering sakit.

5. Tidak Bisa Mengutarakan Masalah

Ciri- ciri lingkungan kerja toxic selanjutnya adalah yang tidak pernah mau menerima pendapat. Atau bisa juga tidak memberi kesempatan untuk seseorang mengutarakan masalahnya.

Lingkungan seperti ini akan membuat karyawan tidak bisa berkembang dan berpotensi memunculkan kelompok pembangkang. Mereka merasa suaranya tidak didengar dan kontribusinya tidak berarti untuk perusahaan, dibandingkan kelompok tertentu.

6. Penuh Ketidakpastian

Beberapa perusahaan identik dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi, turnover pegawai yang terlalu cepat dan perubahan konstan. Hal ini membuat karyawan merasa tidak aman, takut dan cemas.

Untuk perusahaan itu sendiri, hal ini sebenarnya juga berdampak negatif. Pasalnya, karyawan bintang juga berpotensi untuk pindah dari perusahaan yang lebih menjanjikan. Pergantian karyawan yang terlalu cepat akan membuat perusahaan hanya jalan di tempat.

Baca Ini Juga Ya :   Saat Kesepian Menjadi Tantangan karena Bekerja dari Rumah Terlalu Lama

7. Rekan Kerja dan Atasan Suka Mengeluh

Mengeluh sebenarnya hal yang normal dalam lingkungan kerja manapun. Hal ini bahkan bisa menjadi cara untuk para rekan kerja untuk saling berdiskusi dan memberi dukungan satu sama lain.

Namun, jika interaksi negatif lebih sering terjadi daripada interaksi positif, ini bisa merusak banyak hal. Ritme kerja menjadi lebih lambat, mood kerja memburuk, dan kontribusi kita dalam pekerjaan menjadi tidak maksimal.

8. Selalu Ada yang Menjadi Sasaran Kritik

Jika ada beberapa orang yang takut untuk berpartisipasi dalam percakapan normal, terutama selama meeting kerja, kemungkinan lingkungan kerja adalah toxic. Sebagian besar orang malas beropini karena tidak terdengar atau malah menjadi sasaran kritik.

Dalam pikirannya, mereka mungkin berpikir, untuk apa berpendapat jika ide kita tidak pernah didengar? Apalagi jika hanya berujung pada kritik yang tidak menyenangkan.

9. Ada Bullying dan Pelecehan

Bullying bukan hanya terjadi di sekolah atau kampus, tapi juga tempat kerja. Jika ini terjadi di tempat kerjamu, fix kamu berada di lingkungan kerja toxic.

Bentuk pelecehan dan penindasan ini bukan hanya dalam bentuk fisik, tapi juga termasuk kekerasan verbal. Misalnya saat kita sering mendengar caci maki karena preferensi individu yang berbeda. Lebih buruk lagi, saat atasan mengetahui hal ini dan ternyata tidak melakukan tindakan apa- apa.

10. Kita Ikut Berubah

Saat kita terbawa arus dalam lingkungan kerja toxic, biasanya ada yang berubah dalam perilaku kita. Sahabat atau keluarga mungkin merasa jika kita sering memperlihatkan perubahan suasana hati atau sikap sejak berada di tempat kerja yang baru.

Kita mungkin mencoba bertahan dan merasa baik- baik saja karena bisa mengatasi apa yang terjadi, tapi dampak buruknya bisa orang lain lihat dengan mudah. Jika kamu sering mendapatkan feedback terkait perubahan perilakumu, cobalah untuk mendengarkan hasil pengamatan mereka.

Loading...

11. Atasan Gila Hormat

Menghormati atasan dalam lingkungan perkantoran tentu hal wajar. Namun menjadi tidak wajar saat porsinya terasa berlebihan dan dipaksakan. Akhirnya banyak karyawan menyadari bahwa atasan sosok yang gila hormat.

Tipe atasan seperti ini biasanya suka mempermasalahkan hal- hal kecil menjadi besar. Dia tidak suka idenya ditentang dan tidak suka jika ada yang tidak patuh terhadap peraturannya, tanpa mau melihat dari sisi lain.

Atasan gila hormat juga biasanya mudah mengambil keputusan berdasarkan rayuan orang- orang yang pro dan cari muka terhadapnya. Akibatnya, jika tidak pintar merayu, maka kamu akan punya nilai rendah di matanya, tak peduli seberapa bagus hasil kerjamu. Miris ya?

Baca Ini Juga Ya :   Saat Kesepian Menjadi Tantangan karena Bekerja dari Rumah Terlalu Lama

12. Pilih Kasih yang Terpampang Nyata

Pilih kasih secara berlebihan juga menjadi salah satu ciri lingkungan kerja toxic. Terlebih jika ini terjadi pada situasi kerja yang membutuhkan teamwork yang baik.

Saat pilih kasih terjadi, kinerja individu untuk berkontribusi pada tim menjadi tidak optimal. Lebih buruk lagi jika manajemen tidak mau mengevaluasi diri, namun hanya melihat ini sebagai kesalahan individu tertentu.

13. Turnover Karyawan yang Tinggi

Turnover karyawan yang tinggi adalah output dari lingkungan kerja yang toxic itu sendiri. Saat ada banyak hal yang membuat tidak nyaman, waktu kerja yang gila, atau atasan pilih kasih dan gila hormat, sudah pasti banyak karyawan yang tidak betah.

Jika tidak ada perbaikan signifikan pada manajemen dan suasana kantor, percayalah jika ini akan berlangsung lama.

Kesimpulan

Kurang lebih sekitar 8 jam per hari waktu yang kita luangkan untuk berada di tempat kerja. Apa jadinya jika lingkungan kerja itu beracun dan membuat kita selalu ingin kabur? Tentu tidak menyenangkan dan mudah merasa stress, bukan?

Semoga dengan mengenali ciri- ciri lingkungan kerja toxic ini kamu lebih bisa membaca situasi dan membentengi dirimu untuk tidak tertular racun yang sama. Selanjutnya, dengan pertimbangan yang matang, kamu mungkin sudah lebih siap untuk menentukan arah selanjutnya.


Share :

Komentar

komentar

Loading...
Tags: